Minggu, 20 September 2015

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: web)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: web)

Aher : Seharusnya Para Dokter Spesialis Penyakit Dalam Berani ke Pelosok

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Dalam pelayanan kesehatan, para dokter spesialis penyakit dalam harus berani ke pelosok yang belum terjangkau. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyusul keberadaan para dokter tersebut masih terpusat di wilayah perkotaan.
Menurut dia, perlu ada pemberian insentif dari pemerintah untuk membujuk para dokter agar mau ke pelosok. Pemberian penghasilan tambahan itu bisa diberikan dari pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten/kota.
“Pemerintah harus berani memberikan insentif. Secara khusus harusnya dari kabupaten/kota, namun pusat dan provinsi pasti akan ikut,” tegas Aher di Bandung, Jumat (11/9/2015).
Kendati begitu, pihaknya berterimakasih kepada para dokter penyakit dalam karena telah ikut membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, ke depan pihaknya ingin pembangunan di bidang kesehatan yang lebih hebat lagi.
Aher pun bersyukur karena Jabar tidak kekurangan dokter spesialis penyakit dalam. Bahkan jumlahnya menduduki peringkat kedua secara nasional setelah DKI Jakarta.
“Kita tidak kekurangan dokter spesialis,” tukasnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: web)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: web)

Gubernur Jabar Raih Penghargaan Pembina K3 Nasional Tahun 2015

JAKARTA,FOKUSJabar.com: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menerima penghargaan Pembina K3 Nasional Tahun 2015, di ruang Birawa Hotel Bidakara Jalan Jendral Gatot Subroto Kav.71-73, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2015) malam. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Penghargaan Pembina K3 ini diberikan kepada para kepala daerah yang berhasil menekan angka kecelakaan kerja (zero accident) di daerahnya masing-masing. Penghargaan tersebut  diperoleh berdasarkan hasil evaluasi tingkat pusat dengan mempertimbangkan pelaksanaan uji petik berdasarkan laporan lembaga audit SMK3 (Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Selain hak dasar bagi setiap pekerja, dan kewajiban utama bagi para pelaku industri, K3 juga ditujukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan warga di sekitar lokasi kerja industri. Berdasarkan hal tersebut, Kemnaker mengangkat tag line baru dalam rangka sosialisasi K3, yaitu ‘Safety is my life’ selain ‘Saya pilih selamat’ yang telah dicanangkan tahun sebelumnya. Dengan harapan, K3 akan menjadi budaya, perilaku selamat yang senantiasa tercermin di kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, Wagub Deddy Mizwar pun menilai dunia industri, para pekerja, termasuk pemerintah, harus membangun koordinasi dan integrasi yang baik, layaknya membangun sebuah mitra. SMK3 juga merupakan investasi untuk meningkatkan produktifitas. Maka sistem manajemen ini diperlukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, untuk menjamin setiap sumber produksi dapat dipergunakan secara aman, sehingga proses produksi pun dapat berjalan lancar.
“Ya, jadi para dunia usaha, industri, dan juga para pekerja atau buruh itu mitra, bahkan kalau dalam kaitan SMK3 ini, justru merupakan investasi, Keselamatan dan kesehatan kerja, jadi investasi dunia usaha untuk meningkatkan produktifitas, saya kira ini sangat penting,” ungkap Deddy melalui Rilis, Jumat (11/9/2015).
(Foto : Adi)
(Foto : Adi)

Tol Soroja Selesai Agustus, Aher : Kalau Enggak Yakin, Kasih Sanksi Saja Kontraktornya

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, target pembangunan Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) harus benar terealisasi dan bisa dioperasikan pada Agustus 2016.
Maka dari itu, tiga konsorsium pemenang tender yaitu PT. Citra Marga Lintas Jabar selaku Badan Usaha Jalan Tol yang dibentuk oleh konsorsium PT. Citra Marga Nushapala Persada, PT. Wijaya Karya dan PT Jasa Sarana benar-benar merealisasikan janjinya.
“Kalau gak yakin tinggal kasih sanksi saja para kontraktor, yang mengatakannya mereka kok bukan kita,” tegas Gubernur yang akrab disapa Aher ini saat wawancara sesusai Ground Breaking Tol Soroja di Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2015).
Rencana pembangunan Tol Soroja ini sebenarnya sudah direncanakan dari periode 2005, namun karena tantangan berat yang dihadapi salah satunya pembebasan lahan di Kecamatan Kutawaringin yang membutuhkan waktu lama akhirnya bisa terlaksana saat ini.
Karena itu, terlaksananya Gorund Breaking pembangunan Tol Soroja, bukan hanya sebatas seremonial. Melainkan, tegas dia kepada seluruh intansi terkait turut berperan aktif tercapainya target pembangunan tol sepanjang 8,13 kilometer ini.
“Hambatannya terus kita tangani hingga titik akhir. Kita serius menanganinya dan persiapannya yang panjang. Pelaksanaanya satu tahun,” kata Aher.
Pembangunan Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) dibangun dengan nilai investasi Rp1,5 trilyun, direncanakan dibangun dengan struktur atgrade yang terbagi dalam tiga seksi dengan tiga intercharge yaitu Pasir Koja, Margaasih dan Katapang dengan enam gerbang tol.
Aher Saat Memantau Tol Soroja (Foto: Adi)
Aher Saat Memantau Tol Soroja (Foto: Adi)

Konsorsium : Setahun Tol Soroja Rampung Jika Semua Pihak Mendukung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Direktur Utama PT. Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) Bagus Medi mengatakan, tercapainya target pembangunan Tol Soreang – Pasir Koja (Soroja) pada Agustus 2016, jika para semua leading sektor berperan aktif mendukung.
“Target selesai tahun depan bisa tercapai bila semua pihak ikut mendukung, terutama pemerintah daerah,” ujar Bagus, Kamis (10/9/2015).
Selain itu, Bagus mengungkapkan, hingga kini masih ada 10 persen lahan belum dibebaskan. Hal tersebut, menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak terkait dalam percepatan Tol Soroja ini.
“Kalau satu atau dua bulan ke depan, lahan telah seratus persen bebas, proyek tol ini bisa digenjot pengerjaan dan penyelesaiannya. Sehingga Tol Soroja dapat digunakan untuk kepentingan PON,” katanya.
Menurutnya, jika semua pihak tidak menumpukan beban percepatan Tol Soroja kepada pemenang tender yaitu turut membantu dalam setiap tahapnya, dipastikan target Agustus 2016 bisa tercapai.
“Bila sudah beroperasi, Tol Soroja menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung (Soreang serta sekitarnya),” tukasnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat grand launching unit usaha syariah dan persemian kantor PT Jamkrida Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung (Foto: Budi)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat grand launching unit usaha syariah dan persemian kantor PT Jamkrida Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung (Foto: Budi)

Aher Tantang Jamkrida Beri Jaminan Sebanyaknya untuk KUMKM

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menantang PT Jamkrida Jabar memberikan jaminan sebanyak – banyaknya kepada para pengusaha Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) di Jabar.
“Kita targetkan itu, Jamkrida bisa sebanyak – banyaknya memberikan jaminan kepada para pengusaha,” kata Aher kepada wartawan usia menghadiri Grang Lounching Unita Usaha Syariah dan peresmian kantor PT. Jamkrida Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (10/09/2015).
Aher juga menyarankan, PT Jamkrida tidak hanya meminjamkan akan tetapi dapat memberikan bimbingan kepada para pengusaha.
“Selama ini, mereka (Jamkrida) hanya menjalankan kewajibannya, tapi ke depan mereka harus membimbing nasabahnya agar pinjamannya digunakan dengan baik. Pendayagunaanya pun sesuai dengan ekonomi yang baik agar untung,” katanya.
Menurut Aher, dengan adanya pembimbingan kepada para pengusaha, pada saat bersamaan, Jamkrida juga dapat melakukan pembinaan.
“Nah dengan demikian kita ingin Jamkrida itu memberikan jaminan pada saat bersamaan juga melakukan pembinaan supaya dunia usaha yang sedang dilakukan oleh teman – teman yang bergerak di KUMKM itu betul-betul on the track sehingga menguntungkan,” paparnya.
groundbreaking tol Soraja (Foto : Adi)
groundbreaking tol Soraja (Foto : Adi)

Tol Soroja, Aher: Percepat Kemajuan Kabupaten Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, terselenggaranya groundbreaking Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) dipastikan mempercepat kemajuan Daerah khususnya Kabupaten Bandung.
Menurutnya, pembangunan Tol Soraja yang ditargetkan rampung pada 2016 akan menjadi sebuah keberhasilan bagi seluruh Instansi dan kemajuan bagi pertumbuhan pembangunan Kabupaten Bandung.
“Pembangunan Soroja merupakan perencanaan dari 2005 dan ternyata pada 2015 Alhamdulilah bisa terlaksana, dengan groundbreaking saat ini, semoga percepatan benar benar terjadi,” ujar Aher dalam sambutan groundbreaking Tol Soroja di Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2015).
Percepatan pembangunan Tol Soroja yang bertepatan dengan penyelenggaraan seremoni Pekan Olahraga Nasional 2016 di Stadion Si Jalak Harupat membutuhkan dorongan dan dukungan seluruh Instansi terkait baik ditingkat Daerah maupun Nasional.
“Infrastruktur sangat penting, untuk memperlancar secara keseluruhan. Selain itu, semoga mempercepat akses baik menuju dan dari Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Pembangunan Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) dibangun dengan nilai investasi Rp1,5 trilyun, dibangun dengan struktur at-grade yang terbagi dalam tiga seksi dengan tiga Intercharge yaitu Pasir Koja, Margaasih dan Katapang dengan enam gerbang tol.
“Ini menjadi triger digdaya dan bagusnya perekonomian Indonesia. Tol soroja akan memberikan dampak positif yang besar bagi Jawa Barat, karena opening dan closing ceremoni PON 2016,” tuturnya.
Groundbreaking Tol Soroja diselenggarakan di kawasan Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, karena tol dengan panjang 10,57 kilo meter ini akan menjadi penghubung dari luar Bandung pada pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat pada 2016 mendatang.
“Pemenang tender Menyanggupi Agustus 2016 mendatang selesai. Tolong kepada seluruh instansi untuk bekerjasama untuk mengoptimalisasikan percepatan pembangunan,” tukasnya.

Minggu, 06 September 2015

Aher : Tidak Ada Pungutan Biaya Bagi Warga Terdampak Waduk Jatigede
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Saat Berkunjung ke Kantor FokusJabar, Jumat (14/8/2015) malam.

Ini Harapan Aher Tentang Festival Bunga dan Buah

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB),Tim Revolusi Oranye, dan panitia Festival Bunga bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1 Bandung,  Kamis (3/9/2015).
Dalam pertemuan itu, Aher mengatakan bahwa ada sebuah komitmen untuk menghadirkan swasembada pangan, khususnya pangan holtikultura.
“Untuk buah-buahan, kita punya jenis buah yang sangat unik, seperti Mangga. Kalau difestivalkan, Mangga Harumanis tidak akan pernah kalah rasanya. Apalagi tidak ada mangga sewangi dan semanis Harummanis,” kata Aher.
Kemudian ada jeruk, belimbing, salak, pepaya, pisang, biah naga, jambu dan banyak lagi.
Adapun kegiatan festival bunga dan buah yang akan digelar pertengahan Oktober nanti adalah sebagai pengingat bahwa negeri ini penuh keberkahan,  sepertihalnya anugerah aneka ragam buah dan rasa yang unik.
“Yang pelu kita lakukan adalah pemberdayaan, pemetaan lapangan dan kawasan agar kita betul-betul mengarah pada swasembada. Dengan begitu, tidak perlu lagi impor buah, karena buah di dalam negeri pun melimpah bahkan kita bisa diekspor” tuturnya.
Lebih lanjut Aher berharap, festival yang akan digelar tidak hanya menampilkan buah-buahan yang sangat unik sebagai buah tropis, tapi harus menjadi komitmen untuk swasembada buah,” ucapnya.
(Rido/LIN)