Kamis, 06 Agustus 2015

PON XIX 2016 - 2

Gelaran PON XIX/2016 Jabar Harus Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)  XIX/2016 harus memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Warga Jawa Barat khususnya di 15 kabupaten/kota yang akan menjadi tuan rumah harus ikut menikmati ajang olahraga terbesar itu.
Anggota Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira mengatakan, PON XIX/2016 harus mampu menggeliatkan perekonomian masyarakat, terlebih PB PON Jabar telah menargetkan sukses ekonomi sebagai sasaran utama PON selain sukses prestasi, penyelenggaraan, dan administrasi.
“PON harus mampu memberikan sesuatu buat masyarakat. Apalagi PON ini memakan banyak anggaran pemerintah,” jelas Yunandar di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (3/8/2015).
Menurut dia, baik pemerintah maupun PB PON harus melibatkan masyarakat dalam pekan olahraga itu. Misalnya warga bisa dilibatkan dalam pembuatan atribut atau pernak-pernik PON, seperti boneka maskot atau lainnya.
“Selama ini, upaya tersebut belum dilakukan secara serius. Tidak ada langkah jangka panjang untuk perekonomian. Harusnya dibangun industrinya,” tuturnya.
Dia menyebut bahwa setiap even yang dilakukan hanya berdampak jangka pendek saja. Padahal, agar roda perekonomian terpacu, pemerintah pun harus memikirkan jangka panjangnya.
“Contoh Inggris dengan sepakbolanya. Membangunnya bukan hanya sekedar untuk olahraga, tapi membangun juga industrinya,” tukasnya.
silat

Cari Atlet Terbaik, IPSI Jabar Akan Gelar Seleksi Terakhir

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Menghadapi PON XIX/2016 Jabar, Pengurus Provinsi Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (Pengprov IPSI) Jawa Barat terus mencari komposisi atlet terbaik. Bahkan, pihaknya berencana menggelar seleksi untuk mencapai komposisi 100 persen pada Senin (3/8/2015).
Sekretaris Umum Pengprov IPSI Jabar Dede Iman Nurgana menuturkan, pihaknya akan melakukan seleksi untuk tujuh nomor pertandingan di kelas tanding. Sedangkan untuk kelas Tunggal Ganda Regu (TGR) sudah fix 100 persen.
“Seleksi nanti untuk menentukan tim inti Pelatda PON XIX/2016 cabang olahraga Pencak Silat. Saat ini, jumlah atlet yang menghuni pelatda sebanyak 30 atlet dan setelah seleksi dikerucutkan menjadi 23 atlet,” kata Dede di Sekretariat Pengprov IPSI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu (1/8/2015).
Menurut dia, idealnya komposisi tim inti Pelatda PON XIX/2016 cabor pencak silat sebanyak 27 atlet. Namun karena ada atlet yang merangkap bertanding di dua nomor, maka jumlah atlet dikerucutkan menjadi 23 atlet.
“Atlet yang merangkap itu di tunggal putra dan regu putra, kemudian di tunggal putri dan ganda putri,” tambahnya.
Meski demikian, bukan berarti atlet yang bersangkutan akan menjadi bagian dari tim Pencak Silat Jabar yang berlaga di PON XIX/2016.
Jadi tim inti ini dalam arti by number, semua nomor pertandingan sudah diisi oleh satu atlet. Jadi bukan by name. Promosi degradasi masih diberlakukan untuk memastikan atlet yang terpilih benar-benar paling baik.
Seleksi Catur PON XIX (Foto: ageng)
Seleksi Catur PON XIX (Foto: ageng)

Seleksi Tahap II Pelatda Catur Jabar Loloskan 16 Atlet

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Sebanyak 16 pecatur putera-puteri lolos seleksi tahap II Pelatda PON XIX/2016 Jabar di Hotel The Summut Siliwangi, Jalan Seram Bandung .
Atlet catur yang lolos seleksi tahap II tersebut yakni MF. Ivan Maxmillian (Kabupaten Karawang), Yudi (Kabupaten Subang), MN. Eko Supriyono (Kota Depok), MF. Tumpak Sinurat (Kota Bandung), MI. Irwanto Sadikin (Kabupaten Bogor), MN. Gusti Firmansyah (Kabupaten Sukabumi) , MF. Ferry  Ferdiansyah (Kabupaten Bogor), dan MF. Arif Abdul Hafiz (Kabupaten Bogor) di kategori putra. Sedangkan untuk kategori putri yakni WNM. Ai  Zakiah (Kabupaten Cianjur), Rida Mutiani (Kabupaten Kuningan), WNM. Vania Vindy Chandra (Kota Bogor), Regita Desyari Putri (Kota Bandung), Chaterine Almira (Kota Bandung), Arlisa Sepvita C (Kota Bandung), Julisa Pasaribu (Kota Bekasi), WNM. Intishar (Kota Bandung).
“Ini baru 150 persen tim catur Jabar untuk PON XIX/2016. Mereka masih harus mengikuti seleksi tahap III untuk menjadi tim inti,” kata Ketua Pengda Percasi Jabar, Syarif Bastaman di Hotel Summit Siliwangi, Jalan Seram Kota Bandung, Jumat (31/7/2015).
Menurut Syarif, seleksi yang diikuti 36 atlet pilihan seleksi tahap I itu dilakukan untuk menjaring atlet-atlet catur terbaik Jawa Barat. Dari 36 orang atlet putra dan putri, terpilih sebanyak delapan atlet putra dan delapan atlet putri.
Sekreteris Umum Percasi Jabar Dicky Irvan Firmansyah menambahkan, Pengda Percasi Jabar akan menghadapi agenda yang padat usai lebaran. Selain menggelar seleksi tahap II untuk Pelatda PON XIX/2016 Jabar, pihaknya akan menggelar beberapa kegiatan termasuk mengadakan kejuaraan Catur Jabar dan Liga Catur Jabar II.
“Di bulan Agustus, mulai Sabtu (8/8/2015) hingga Kamis (13/8/2015) menggelar Kejuaraan Catur Jabar dan rencananya kami akan menggelar Liga Catur Jabar II di Kota Sukabumi. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang pemilihan atlet unuk Kejurnas Catur di Jakarta Oktober mendatang,” jelasnya.
Sekitar akhir Oktober atau akhir November, Percasi Jabar akan kembali melakukan seleksi tahap III (akhir) penentu tim inti Pelatda Catur Jabar.
“Terakhir di bulan Desember 2015, kita akan menjadi tuan rumah Pra PON Putri dan babak Play off Putra di Kota Bandung,” pungkasnya.
Seleksi-Pelatih-Voli

13 Orang Ikuti Seleksi Pelatih Bola Voli PON XIX/2016 Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (pengprov PBVSI) Jawa Barat mulai menyeleksi calon pelatih Voli Indoor dan Pasir.
Seleksi melalui fit and propher test dilaksanakan di GOR Persada, Jalan Cimincrang Kota Bandung, Sabtu (1/8/2015).
Seleksi Pelatih Voli (Foto: ageng)
Seleksi Pelatih Voli (Foto: ageng)
Fit and propher test diikuti delapan calon pelatih voli indoor dan lima calin pelatih voli pasir.
“Untuk voli indoor kita akan ambil empat dan dua orang untuk pelatih voli pasir. Jni sesuai kuota yang diberikan KONI,” jelas Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PBVSI Jabar Yamin Nuriman  di sela seleksi calkn pelatih voli.
Dia mengatakan, para calon pelatih yang mengitu seleksi, rata-rata berpengalaman baik dalam melatih. Bahkan pernah memegang tim level kompetisi kejurnas, proliga hingga tim nasional.
“Mereka pun mengantongi sertifikat kepelatihan FIVB level I dan II. Jafi persaingannya sangat berat,” jelasnya.
Berikut daftar calon pelatih tim Bola Voli PON XIX Jabar
Bola Voli Indoor
1. Oktavian
2. H Samsul Jais
3. Roy Makpal
4. Risco Herlambang
5. Zulnan Budiansyah
6. Nurhariri
7. Agus Irawan
8. Wandi Paweka
Bola Voli Pasir
1. Irwan Ricky Agustiawan
2. Salman Gusniafi Immar
3. Karsono
4. Aar Irwan Hakim
5. M Suparman

Jumat, 31 Juli 2015

PON XIX Jabar (web)
PON XIX Jabar (web)

Gelar CDM Meeting, Jabar Tegaskan Siap Jadi Tuan Rumah PON XIX

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sebanyak 34 orang perwakilan kontingen peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 mengikuti Chef de Mission (CDM) Meeting PON XIX dan Peparnas XV Tahun 2016 di Grand Royal Panghegar Hotel & Concention,  Kota Bandung, Kamis (30/7/2015) malam. Mereka datang untuk melihat dan mendengar kesiapan Jawa Barat sebagai tuan rumah pelaksana multi even olahraga terbesar di tanah air.
Pada acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang juga bertindak sebagai Ketua Umum PB PON XIX/2016 Jabar, menyampaikan pemaparan terkait kesiapan Jawa Barat sebagai tuan rumah.
“Secara keseluruhan, Jabar sudah siap menggelar PON XIX yang rencananya digelar pada 9-23 September 2016. Pada CDM Meeting ini, kita pun memaparkan progres pembangunan seluruh venue. Juga acuan pelaksanaan PON XIX kali ini yakni catur sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi kerakyatan, dan sukses administrasi,” ujar Aher pada sesi jumpa pers CDM Meeting, Kamis (30/7/2015).
Gelaran CDM Meeting pun, lanjutnya, sebagai salah satu upaya menggalang komunikasi sejak dini dengan pimpinan kontingen peserta PON XIX dan Peparnas XV agar koordinasi persiapan penyelenggaraan berjalan lancar. CDM Meeting kali ini juga mensosialisasikan persiapan penyelenggaraan babak kualifikasi, ketetapan jumlah cabang olah raga, nomor pertandingan, kuota atlet, tempat pertandingan dan sebaran lokasinya.
Terkait kesiapan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dinyatakan tidak bisa digunakan sebagai venue pembukaan PON XIX dan Peparnas XV oleh Bareskrim Mabes Polri, Aher menyatakan akan menaati aturan dan hukum yang berlaku.
“Kita masih memiliki venue alternatif. Seperti Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Stadion Patriot di Kota Bekasi, dan Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman sangat mengapresiasi kinerja yang dilakukan Pemprov Jawa Barat dan PB PON XIX dan Peparnas XV dalam mempersiapkan pelaksanaan multi even olahraga empat tahunan tersebut. “Persiapan PON XIX sudah sangat rapih. Melihat dengan beberapa penyelenggaraan PON sebelumnya, pelaksanaan PON kali ini akan lebih baik. Jabar sudah membuat masterplan yang sangat baik,” tegas Tono.

Kamis, 30 Juli 2015

ITB (web)
ITB (web)

PON XIX/2016, Tiga GOR Disiapkan Di ITB

BANDUNG,FOKUSJabar.com:  Menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, Provinsi Jawa Barat membangun tiga GOR di Kampus ITB Jatinangor, Sumedang.
Ketiga GOR itu dibuat sebagai venue pertandingan cabang olahraga (cabor) Pencak Silat dan Futsal.
“Hari ini tiang pancang pembangunan GOR dilaksanakan,” ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PB PON XIX/2016 Jabar Boy Iman Nugraha, Jumat (31/7/2015).
Lahan GOR I untuk Cabor Pencak Silat tidak memerlukanpemancangan, karena sudah kuat. Di sana hanya dilakukan kroning struktur  di beberapa bagian, rehab beberapa struktur yang sudah lama (rusak dan hilang).
Sedangkan GOR II dan III, dikerjakan secara utuh di lahan baru. Jadi pembangunannya dari pemancangan hingga penguatan struktur lahan.
“Dari sisi penyelesaian struktur bangunan, GOR II dan III untuk Cabor futsal akan lebih cepat karena dibangun dari awal,” jelas Boy.
Pembangunan ketiga GOR tersebut dotargetkan selesai 10 Desember 2015 sehingga bisa dilakukan tahapan-tahapan lain untuk persiapan pertandingan.
“Masing-masing GOR berlantai dua dengan kapasitas masing-masing sekitar 400-500 penonton,” katanya.
Pembanguan GOR tersebut telah dikoordinasikan dengan pengurus daerah cabor mulai dari perencanaannya. Bahkan sudah disosialisasikan.
“Setelah pembangunan mencapai 70 persen, kita akan koordinasi dan konsultasi dengan cabor terkait. Dengan begitu, bangunan bisa sesuai dengan kebutuhan pertandingan cabor,” jelasnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (web)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (web)

Aher Berharap Pilkada Tasik Tak Diundur

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berharap agar Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya tidak diundur. Terlebih akan menghambat roda pembangunan dan pemerintahan di sana.
“Kalau digeser ke 2017 ada waktu kosong. Bupati dan wakilnya yang lama non aktif, nantinya ada Plt. Kita khawatir Plt tidak efektif kinerjanya seperti bupati definitif,” kata Aher di Gedung Sate Bandung, Kamis (30/7/2015).
Dia ingin persoalan yang terjadi di Tasikmalaya diselesaikan sesuai undang-undang yang berlaku. Terlebih sesuai ketentuan, jika batas waktu yang ditentukan tetap tidak ada yang mendaftar, maka pelaksanaan akan digeser hingga ada calon lain yang mendaftar.
“Kalau tetap tidak ada maka akan ditunjuk Plt (pelaksana tugas) bupati,” tuturnya.
Kendati begitu, menurut dia suatu daerah akan berbeda jika dipimpin seorang Plt. Berbeda dengan bupati definitif yang sudah mempunyai visi-misi yang dipaparkan pada masyarakat saat kampanye.
“Kita khawatir selama 1 tahun atau 6 bulan nanti plt bupati ada di situ. Apalagi bukan orang yang berkampanye untuk janjinya, dia hanya menjalankan tugas selama bupati definitif belum terisi,” kata dia.
Tidak hanya itu, semangat seorang plt pun pasti berbeda dengan bupati definitif. Apalagi kewenangannya pun terbatas. Pihaknya khawatir ada gerakan pembangunan yang diakselerasi menjadi tidak baik.
“Bagaimanapun semangat plt beda,” jelasnya.
Intinya, Aher ingin Pilkada di delapan kabupaten/kota di Jabar berjalan dengan baik. Pilkada serentak dan Pilkada sebelumnya ada perbedaan, terlebih ada perubahan peraturan yang dibuat Mahkamah Konstitusi (MK).
“Asalnya pada bersemangat daftar kemudian pada mundur. Karena ada perubahan peraturan dari MK ini berdampak. Ada beberapa anggota DPRD Jabar dan DPR RI yang asalnya berminat maju di pilkada di 8 kabupaten/kota di Jabar, mereka mundur,” tuturnya.
Seperti diketahui Pilkada di Tasikmalaya terancam ditunda karena baru ada satu calon yang mendaftar ke KPU. KPU Kabupaten Tasikmalaya pun memberikan waktu kepada calon lain untuk mendaftar sebagai cabup-cawabup.